Minggu, 18 Januari 2026

19 Januari 2026

 19 Januari 2026

Setelah mengenalnya selama lebih dari satu tahun empat bulan aku menilai ka Zen lolos dalam penilaianku dari segi karakter suami dan ayah yang lumayan baik walaupun masih butuh banyak belajar, aku ingin mengungkapkan perasaanku, tapi di satu sisi aku bingung bagaimana dan kapan tepatnya 

Mengutarakan perasaan adalah Hal yang penting Karna tanpa di utarakan tidak akan hubungan ini tidak akan berlanjut, apakah kaka juga sama yaa, aku pengen ngobrol jujur mending ketemu langsung di banding lewat chatting 

Kemana yaa.... 

Pengen aku ajak ke theater Bintang tapi pertanyaannya kapan? Januari akhir? Awal februari? Areeghhh lebih cepat lebih baiik 

Kedua penataan peta konsep kata 

Mengungkapkan, menanyakan tetap mau lanjut maju atau memilih mundur 


Note: 

Penyakit rheumatik artritis yang aku idap dari mei 2024 dan baru ketahuan September 2024, sepertinya gejalanya mulai membaik, dari beberapa artikel yang aku baca penyakit ini bersifat korosif perlahan suatu saat akan menyerang organ penting seperti jantung atau bagian yang lain, memang menyeramkan, tetapi aku mulai mengerti dan menerima, aku hanya bisa merawat dan memperlama waktu yang terjadi lewat makanan yang aku konsumsi (rendah purin dan tinggi anti inflamasi), dokter bilang gejala aku adalah yang paling ringan, aku berkutat dengan kaku otot di samping tulang belikat, dan nyeri sendi di bagian lulut/lengan setelah olahraga, 

Aku bingung apa yang harus aku sampaikan duluan kondisi diri atau perasaan, kira2 apa yaa yang di pilih kaka memilih maju atau mundur 

Jumat, 06 Juni 2025

06 Juni 2025

 Hari ini aku membaca sebuah kisah yang rasanya aku harus selalu membacanya ketika pilikiranku mulai kalut suatu hari nanti 

Kisah ini mermula dari seorang gadis kecil yang kehilangan kedua orang tuanya Karen insiden penelitian yang mereka geluti Irish gadis mungil berusia 7 tahun yang sudah sebatang Kara tidak memiliki tempat tujuan tiba-tiba di lirik oleh seorang duke tua penguasa wilayah utara untuk di rawat dan di jadikan calon menantu bagi cucunya, duke tua memiliki penyesalan dalam hidupnya karena anak satu2nya yang ia besarkan jatuh hati kepada seorang gadis biasa dan lebih memilih untuk meninggalkan gelar bangsawannya berakhir mati serara mendadak karena sebuah penyakit tanpa sempat di periksa oleh dokter, rasa sakit hati kepada menantunya  yang telah membawa putranya yang berharga dan berakhir tragis siangan membekas dalam benaknya, tetapi karena wanita tersebut telah memiliki anak bernama Theo yang juga merupakan cucu kandungnya akhirnya duke tua itu pun membawa mereka berdua untuk tinggal di mansion. 

Irish adalah seorang anak dari pasangan penelitian reruntuhan kuno yang kurang begitu terkenal, sebelum di tinggal oleh kedua orang tuanya Irish pernah di berikan sebuah kalung dengan cermin di dalamnya ibunya berkata "cermin ini adalah garta pusaka milik keluarga kita yang paling berharga, ia bisa menunjukkan masa depan sebanyak 3 Kali ibu berharap kau menggunakannya ketika benar² dibutuhkan" Irish yang saat ini mendapat donasi dari duke tua wilayah utara di tekankan bahwa alawannya di bawa dan di berikan perlakukan khusus semata² untuk menjadi calon cucu menantu yang penurut patuh dan cerdas serta melahirkan penerus bagi duke utara

Theo adalah anak yang sangat pendiam dan cerdas, kehidupan nya yang sudah di atur se demikian rupa oleh duke tua sebagai seorang penerus duke utara, alasan lain adalah karena sang duke menyandra ibu nya membuatnya tidak bisa berbuat banyak untuk masa depannya selain mengikuti semua arahan kakeknya, pada akhirnya baik Irish dan Theo pun hanya bisa menuruti semua jalan hidup yang sudah di tentukan oleh duke tua (garis hidupnya bertunangan dengan Irish bersekolah di akademi kerjaan lulus dengan nilai tertinggi langsung menikah setelah kelulusan Dan memiliki keturuan yang sehat dan cerdas untuk mewarisakan posisi duke selanjutnya) 

Irish kecil tumbuh dengan berusaha lulus dari penilaian duke utara yang sewaktu² bisa saja mengusirnya karena tidak sesuai dengan kriteria yang ia inginkan karena perasaan takut akhirnya Irish selalu menjaga sikap Dan selalu memenuhi ekspektasi yang duke utara inginkan, ketika waktu bertunangan semakin dekat Irish teringat wasiat ibunya Dan menggunakan kekuatan cermin itu sekali (dalam masa depan dia melihat bahwa pernikahannya dengan Theo berakhir mereka memiliki anak namun ia terpaksa pergi dari kwdiaman duke setelah di desak oleh Mia teman masa kecil duke "serahkan anak dan gelar duchess itu padaku dan pergilah dari sini dasar orang yang memiliki penyakit kronis")

Perasaan Irish kalut bercampur aduk ketika mereka mengadakan pesta pertunangan, Irish berfikir untuk apa mereka menjadi suami istri jika mereka tidak bahagia Dan disatu sisi Irish menyangka Theo dan Mia saling mencintai satu Sama lain padahal yang sebenernya terjadi hanya Mia lah yangengejar-ngejar Theo Karen terinsesi pada posisi duchess 

Setelah pertunangan mereka bergi ke ibukota untuk melanjutkan studi di akademi karena Irish berhasil di terima dengan nilai sempurna di jurusan hukum dan Theo juga di terima dengan nilai tinggi di jurusan administrasi, tentu saja selama di ibu kota mereka harus tinggal bersama, dalam satu atap dengan para pelayang yang selalu mengawasi gerak gerik mereka dan langsung melaporkannya kepada duke tua baik Irish dan Theo sama-sama bertindak petuh agar tidak di curigai oleh duke tua 

Selama mendapatkan pendidikan di akademi Irish selalu gelisah dan terlalu memilirkan tentang sepenggal masa depan pernikahannya yang tidak bahagia, seharian nya selalu overthinking apa yang harus di lakukan agar masa depan itu tidak terjadi dan selalu berfikir Theo tidak mencintai nya dan hanya mencintai Mia terlihat karena Theo selalu akrab setiap mia datang (padahal saat itu Theo terpaksa memperlakukan Mia dengan baik karena Mia berkata ibu Theo dia abaikan duke tua dan hanya keluarganya saja lah yang memperhatikan kondisi ibu Theo) in 

Singkat cerita acara kelulusan mereka pun tiba di hari itu Mia menggunakan koneksi putra kedua Brisbane yaitu Ervin untuk memutuskan jalannya hadir di acara kelulusan bergengsi itu Dan seperti yang bisa di duga Irish adalah lulusan terbaik pada tahun itu dan Theo juga lulus dengan nilai yang nyaris sempurna 

 semakin dekat Irish membuka kalung kaca miliknya untuk melihat masa depan (dia melihat putranya datang menghPirinya dengan membWa ikatan bunga sambil berkata "ibu ini dari aku dan paman" di situ munculah sosok Ervin yang menatapnya dengan penuh cinta)

Senin, 26 Mei 2025

27 Mei 2025

Hiii ini Kali pertama aku nulis lagi... Sebetulnya aku dulu belum faham bagaimana menulus baik ternyata segala sesuatu itu bisa mulai dari yang tidak sempurna dan perlahan di perbaiki dari pada menuntut awal yang harus perfek dan tanpa cela yang akhirnya justru tetap banyak celahnya 

Oke tanpa basa basi lagi pertama kenapa aku mulai nulis lagi? Karna aku merasa setahun terakhir ini aku merasa depresi Dan aku baru mengetahuinya akhir-akhir ini setelah melakukan tes, beberapa bulan yang kalau aku sempat curiga kalau aku stress karena banyak hal yang selalu aku fikirkan tanpa bercerita kepada siapapun yang ternyata itu yang membuatku stressku makin memburuk, untungnya aku masih terselamatkan karena profesiku yang membuatku lupa akan stressku walau sejenak

Baiklah pada kesempatan kali ini mari kita uraikan apa saja yang membuatku depresi selama setahun terakhir ....

1. Aku belum menemukan seseorang yang aku inginkan untuk menjadi pendamping hidupku

Iya kalian ga Salah baca sebetulnya gambaran awalku aku ingin menikah muda di usia 23-25 tahun tapi terkadang takdir memang tidak selalu berpihak dengan keinginan kita, berawal dari trauma pertama ku di tempat kerja (kita cerita itu kapan-kapan) setelah cukup pulih dari luka aku tersadar bahwa circle ku bernada di kalangan wanita tanpa ada pria yang dapat aku jadikan relasi, jangankan mendapatkan pasangan bahkan teman pria yang bisa aku hubungi dengan akrab tidak ada saat itu, Dan aku baru tersadar aku benar-benar ingin serius menikah di tahun kemarin. Dengan tersadarnya diri ini akan fakta circle baru ini aku mempercayakan masalah mencari pasangan pada relasi orang tua, dan lagi-lagi takdir tidak berjalan sesuai keinginanku, aku berkenalan dengan orang yang ketika mendengar asal usulnya yang sudah ingin serius dengan wanita lain mendadak berubah 180° ketika orang tuanya menyuruhnya berkenalan denganku yang cuman di lihat dari sebuah foto (lemah sekali cintanya wkwkwk) (note: foto wisudaku memang foto yang tercantik dengan riasa full make up yang kebetulan sesuai dengan karakter wajahku aku terlihat berkali-kali lebih cantik di foto itu) dan benar saja lelaki ini memang lelaki yang menyebalkan (rasanya seperti permen karet yang menempelndi rambut hingga bikin jengekel) setelah bersusah parah dengan darah dan air mata akhirnya aku berhasil dengan baik memutuskan hubungan dengan lelaki ini. (bahkan aku pernah di kenalkan debgan laki-laki lajang umur 40thn) Singkatnya aku jadi tahu jika orang tuaku tidak bisa di andalkan sama sekali dalam urusan ini.

Baik kita mulai lagi dengan pemetaan masalahnya ingin menikah-> ga punya chanel untuk debut-> minta tolong orang tua carikan pasangan-> berakhir tidak bisa di harapkan saking menyedihkannya -> aku mencari cara alternatif lain dengan lewat aplikasi kencan taaruf. Awalnya aku senang Karna bertemu dengan orang baru orang yang asik untuk mengobrol tapi aku lupa satu Hal penting. Aku yang selama ini tidak pernah punya pacar bingung Dan tidak mengerti apa dan bagaimana cara merawat hubungan pdkt, akhirnya sudah bisa di tebak perkenalanku dengan orang-orang tersebut hanya bertahan kurang dari satu tahun, bahkan seringnya hanya seminggu atau 3 hari saja, karena aku yang tidak tahan jika mereka ingin selalu di kabari 24/7 minta telpon video call argh ribed mending udahan aja! Aku tidak mau terim telfon apalagi video callereka yang ngajak duluan pasti berakhir tidak akan lama setelahnya karena mengecapku sok jual mahal sok sibuk dan sebagainya aku semakin frustasi dan menyalahkan diriku yang tidak berguna saat itu. 

Sampai akhirnya pencarianku terhenti pada satu pemuda yang mengenalkan dirinya berma Zen, awalnya aku cerara tidak sengaja mengklik terima CV sampai pada akhirnya aku dan dia sama-sama membaca CV lengkap masing2, ternyata dia sekufu dalam hal minat tontonan, ya kami di satukan dengan tontonan kesukaan kami Detective Conan, awal pdkt terasa seru dan menyenangkan karena kami memiliki topik yang sama kami memiliki hal yang sama untuk di bicarakan dengan serius Dan aku secara tidak terduga mengajaknya bertemu setelah seminggu berkirim chatting, Walaupun agak kecewa ternyata orang aslinya ternyata hanya 'cukup manis' mengingat seleraku yang sangat tinggi dengan penampilan dan wajah, aku mentolelir nya karena wawasannya yang luas, kemampuan EQ nya yang tinggi yang menurutku dia sudah cukup matang secara emosional untuk menjadi kepala keluarga (setidaknya aku tidak akan di marahin dengan kasar jika dia suaminya) Walaupun keras kepalanya itu dan kemungkinanya akan menjadi patriaki masih menjadi pertimbangan, itulah yg ku fikirkan.

Setelah depan bulan berkenalan aku mulai ragu dan sering berfikir ulang, dia yang di profilnya menulis 'membutihkan waktu setahun untuk memutuskan menikah' apakah akan mngajakku menjadi pendampingnya atau justru malah memilih mundur, Walaupun aku merasa hubungan baik-baik saja tapi aku merasa seperti belum mengobrol dengan tuntas dengannya, apa yaa rasanya aku terlalu cangung untuk membahas Hal serius karena aku mulai menyukainua, rasanya takut untuk menanyakan dan malah berakhir dia membenciku dan berakhir bad ending seperti yang sebelum-sebelumnya, mengapa aku takut karena aku yakin dengan pasti kalau aku kehilangan yang ini Kali ini aku mungkin tidak akan bertemu dengan orang yang seperti ini kedepannya jadi aku putuskan bernada di zonasi aman membahas hal-hal remeh sambil menunggu satu tahun berlalu, tetapi rasanya fikiran ini merasa tidak beres dan ingin mengobrol lebih serius dengannya tetapi aku merasa aku bukan siapa-siapanya seharusnya aku mulai serius setelah dia mulai menunjukkan komitmen yang serius juga kan? Itulah dilemma yang saat ini aku pikirkan 

Ah syaraf di kepala sebelah kiriku selalu sakit setiap Kali aku depresi memilirkan tentang Hal ini, kalau aku bisa bebebicara dengan syarafku aku ingin meminta maaf padanya karena akhir-akhir ini dia bekerja terlalu keras kerena diriku yang depresi, mungkin kisah cintaku masih memerlukan beberapa episode tambahan sebelum berakhir dengan happy ending, aku berharap kisah ini akan berakhir bahagia sebelum usiaku genap 27thn, segitu dulu untuk hari ini